Senin, 03 November 2014

TERPURUK
 Kekal di ingatan kisahan semasa sekolah Berganti rupa canda dan tawa Kau adalah penerus jalan benderang Demi amanah ibu dan bapak juga para guru Ribuan jalan telah kita lewati Berbagai rintangan telah kita lalui Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri Penuh suka maupun duka di hati Saat berpisah harus menyapa Ku tak ingin kau teteskan air mata Ku tak ingin kau berduka Karena hati kita kan tetap bersama Namun, kita tlah tahu Kita tak selamanya bersatu Menempuh jalan hidup yang bertabur debu Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu Saat-saat langkah terayun Jarak kita-pun semakin membentang Akankah semuanya jadi terkenang Atau hanyut terbawa gelombang Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan Sahabat, waktu telah mengantarkan kita pada satu titik pemahaman bahwa di dunia ini tak ada yg abadi TERPURUK Kini saatnya kita harus berjalan sendiri Melangkah mengikuti takdir yang telah tergariskan Dalam ruang dan waktu yang berbeda Ketika kebersamaan menjadi langka Ketika canda tawa begitu berharga Sahabat, semoga waktu tak membuat kita lupa Bahwa kita pernah ada Pernah punya cerita Sahabat, abadilah tercipta lebih dari cinta Bukankah esok lusa kita akan beranjak dari sini ! Meninggalkan semua memori Senyummu indah kawan, tapi bagiku tidak Ini adalah selamat berpisah yang tak terucap Aku sedang teringat Tepatnya mengingat kebersamaan yang panjang Melewati masa demi masa Melewati hari demi hari Aku ingat betul kita pernah Tertawa, menangis, gelisah dan terluka bersama Ayo kawan kita lekas berkemas Malam tak selamanya menjaga kita dari matahari pagi Siang adalah bayangan nyata Kenyataan yang tak mampu kita hindari Bahwa hari ini kita mulai berjalan sendiri Selamat jalan kawan....Selamat jalan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar